Kisah Dibalik Kota Perantauan
ketika acara pelulusan tiba
Ketika hari yang di tunggu-tunggu itu datang pada tanggal 3 april 2018 itu, saya sangat gembira sekali karna pada taggal itu rasa senang, takut, was-was campur aduk semua karna pada hari itu penentuan LULUS / TIDAK LULUS nya aku apalagi pengumumannya itu di barengin sama acara perpisahan dan di dampingi oleh orang tua.
dan pada detik-detik pembagian surat kelulusan oleh wali kelas rasa dag dig dug itu makin kencang ketika semuanya sudah kebagian surat kelulusan ada salah satu teman dari angkatan saya yang enggak nerima surat kelulusan, sesudah semuanya kebagian barulah menuju ke orangtua masing-masing, aku langsung menghampiri orang tuaku sembari membawa surat kelulusan sembari berjalan saya berdoa kepada allah semoga aku lulus, pada saat orangtua ku membuka isi surat kelulusan itu aku agak menjauh karna segala rasa itu menghampiri pada itungan mundur dari 3...2...1... suratpun dibuka oleh orangtuaku dan dibacanya ternyata aku LULUS 100% cuy tanpa bersyarat dan aku langsung peluk orangtuaku sembari menangis karna rasa penyesalan kegembiraan yang ada dibenakku seakan menghampiri prasaan ku karna aku orangnya nakal bandel dan juga suka keluar malem. aku menangis sejadi jadinya di pelukan orangtuaku lalu aku syujud syukur atas apa yang aku peroleh selama 3 tahun di sekolahan sekarang aku udah lulus dan menjadi alumni.
setelah acara itu selesai saya sam orangtuaku langsung pulang kerumah karna saya sangat kasihan sama orangtuaku belum istirahat jadi aku pulung kerumah. sesampainya di rumah aku menangis sejadi jadi dan meminta maaf kepada orangtuaku atas apa yang selama ini aku suka macem -macem kepadanya aku meminta maaf dan aku langsung mencuci kedua orangtuaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar