Suat hari mulai senja dan rasa gelisah di tinggal sendiri di Ibu Kota. Dirumah yang sepi tiada penghuni aku berkata dalam hati "Kapan aku bisa menciptakan kehidupan yang indah dan hidup bebas dalam rasa keterpurukan" tanpa sengaja aku berhalusinasi lagi dala diri "Betapa indahnya hidup yang aku jalani saat ini penuh keistimewaan, kebahagiaan , kesenangan dalam diriku, Andaikan aku bisa dan memulai hidup ku dengan sangat mudah , bisakah aku hidup bahagia, tentu saja bisa bila aku berusaha sekuat tenaga. Tapi harus dari mana mengawalinya. Apa harus bekerja untuk orang lain.!! Apa harus buka usaha sendiri. Hemm entahlah mungkin aky bisa mencapai semuanya dengan kerja keras ku, Setiap susudah gajian turun aku bagi dua setengah nya aku tabung dan setengahnya buat kebutuhan sehari hari. Dengan begitu aku sudah punya bank sendiri."
Waktu berjalan malam dan akupun tertidur. Pada waktu adzan subuh tiba aku terbangun lalu pergi ambil air wudhu dan brangkat ke mesjid untuk melaksanakan shalat. Sesudah itu saya kembali tidur lagi dan bangun jam sembilan siang. Lalu aku masak mie instan untuk sarapan.
Jam sepuluh pas akupun pergi ke toko . Sesampainya di toko aku pun langsung termenung rasa sedih,kesal,kecewa semua campur aduk. Aku hanya bisa termenung dalam kesedihan.
Waktu berjalan malam dan akupun tertidur. Pada waktu adzan subuh tiba aku terbangun lalu pergi ambil air wudhu dan brangkat ke mesjid untuk melaksanakan shalat. Sesudah itu saya kembali tidur lagi dan bangun jam sembilan siang. Lalu aku masak mie instan untuk sarapan.
Jam sepuluh pas akupun pergi ke toko . Sesampainya di toko aku pun langsung termenung rasa sedih,kesal,kecewa semua campur aduk. Aku hanya bisa termenung dalam kesedihan.